Sejak maraknya wabah covid-19 atau virus corona disebutkan bahwa telah menyebabkan puluhan ribu korban akibat penyebaran virus ini.
Virus covid 19 sendiri merupakan virus yang dapat menular kepada siapa saja, namun bukan berarti penyebarannya tidak dapat di cegah.. penyebaran virus ini dapat di tekan dan dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan rajin olahraga mengonsumsi makanan yang tinggi akan vitamin dan energi. Dijelaskan pula bahwa tubuh sendiri sebenarnya mampu mencegah dan membunuh perkembangan virus ini jika berada ditubuh manusia apabila manusianya memiliki daya tahan tubuh atau imunitas yang kuat, oleh sebab itu pola hidup sehat sangat membantu penekanan virus ini seperti rajin mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C dan vitamin lainnya..
Seiring berkembangnya virus ini kita sering mengenal beberapa istilah-istilah seperti antiseptik dan desinfektan.
Antiseptik dan desinfektan sering dikaitkan dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona.
orang-orangpun banyak yang mencari berbagai produk antiseptik dan desinfektan. Disamping itu, banyak pula beredar cara untuk membuat antiseptik dan desinfektan sendiri yang terbuat dari berbagai bahan-bahan yang mudah untuk didapat.antiseptik dan desinfektan memang ampuh untuk membunuh mikroorganisme penyebar penyakit. namun, keduanya sering dianggap sama oleh banyak orang, padahal sebenarnya berbeda. beberapa orang masih belum memahami perbedaan keduanya. Antiseptik dan desinfektan keduanya terbuat dari bahan kimia yang disebut dengan biosida.Namun, kandungan biosida dalam antiseptik lebih rendah dari desinfektan.
secara sederhana perbedaan antiseptik dan desinfektan sebagai berikut:
Antiseptik bekerja dengan menghentikan ayau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.
Antiseptik digunakan untum melindungi tubuh manusia atau diaplikasikan di permukaan kulit.
Zat ini biasanya digunakan di rumah sakit dan pengaturan medis lainnya untuk mengurangi risiko infeksi selama operasi dan berbagai prosedur medis lainnya.
Antiseptik digunakan untuk melindungi tubuh manusia atau dengan diaplikasikan di permukaan kulit
mengutip dari Heathline, antiseptik biasanya digunakan untuk berbagai hal berikut:
-Mencuci tangan untuk membersihkan tangan dari berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
-membasmi kuman di membran mukosa atau organ internal. Antiseptik dapat diaplikasikan pada uretra, kandung kemih, zat ini juga dapat mengobati infeksi diarea tersebut
- Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik juga dapat diaplikasikan pada kulit sebelum segala jenis operasi untuk melindungi terhadap mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada pada kulit.
-Mengobati infeksi pafa kulit.
-Mengobati infeksi ringan pada tenggorokan dan mulut.
Desinfektan
Desinfektan juga memiliki fungsi yang serupa dengan antiseptik.
Namun, Zat kimia dalam desinfektan memiliki sifat yang keras bahkan panas sehingga lebih cocok digunakan pada benda mati yang berpotensi menjadi sarang mikroorganisme penyebab penyakit
Mengutip dari Hello sehat, desinfektan dibagi menjadi dua jenis penggunaan, ada yang dirumah sakit dan untuk penggunaan umum.
desinfektan juga diklaim lebih efektif untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit daripada cairan pembersih lainnya.
meskipun demikian ternyata senyawa kimia dalam desinfektan cukup kuat hal ini juga dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan dan lingkungan, dan juga dapat menimbulkan keracunan pada anak-anak dan orang Dewasa. penggunaan desinfektan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan risiko asma.
cairan desinfektan sangat mudah ditemukan bahkan dengan bahan-bahan yang ada dalam rumah, sebab beberapa produk yang ada di rumah seperti pemutih pakaian (bleach) dan produk-produk yang memiliki bahan aktif membunuh kuman dapat digunakan untuk desinfektan itu sendiri.
Nah.. sampai disini dapat dibedakan antara antiseptik dan desinfektan, semoga kita tidak keliru lagi dalam penyebutan dan penggunaan kedua bahan tersebut.